Rabu, 23 Februari 2011

Mengelak Perceraian

PhotobucketSemua pasangan suami isteri tidak menginginkan penceraian berlaku dalam perkahwinan yang dibina. Namun, harapan saja tidak mencukupi, mereka seharusnya berusaha untuk menghindarinya. Justeru ada banyak cara yang diketengahkan untuk mengelakkan berlakunya perpisahan suami isteri ini. Ia harus dipraktikkan oleh semua pasangan walaupun tatkala ini anda sedang berbahagia.

Di bawah disenaraikan tips berkesan untuk menghindari penceraian.

Tips # 1 Komunikasi dua hala
Biasakan diri untuk saling berkomunikasi bersama pasangan, baik ketika berada di rumah mahupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibincangkan ketika anda atau pasangan sedang santai. Ketidakharmonian rumahtangga biasanya bermula dari kurangnya komunikasi dua arah antara suami dan isteri. Masing-masing saling menyimpan masalah seolah-olah bersendirian meskipun berada di bawah satu bumbung.

Tips # 2 Keterbukaan tentang masalah seks
Masalah seks ternyata antara penyebab berlakunya penceraian. Mungkin ramai yang lupa bahawa fungsi hubungan seksual selain untuk mendapatkan zuriat keturunan, juga adalah untuk rekreasi atau kesenangan dan ekspresi cinta. Ramai pasangan mengakui, hubungan seksual dilakukan untuk menghilangkan tekanan setelah seharian bekerja.
Bagi mengelakkan kebosanan, tiada salahnya anda lebih kreatif dalam aspek kehidupan seksual. Lokasi, teknik atau posisi yang baru adalah antara cara yang boleh dilakukan. Namun perlu diingatkan, apa yang anda inginkan dalam hubungan seks harus dikomunikasikan dengan pasangan anda. Begitu juga sebaliknya.

Tips # 3 Menerima pasangan seadanya
Ketika seorang lelaki dan wanita berumahtangga dan hidup sebumbung maka sifat sebenar masing-masing akan terserlah. Sikap itu mungkin tidak sama seperti anda berdua di alam percintaan. Yang ada ketika itu hanyalah dua insan orang yang harus saling menyesuaikan diri.
Inilah kehidupan perkahwinan yang sebenarnya. Anda dan pasangan belajar mengenali perbezaan masing-masing. Dalam tempoh mengenali ini, anda akan berhadapan dengan beberapa perkara yang boleh menimbulkan konflik. Antaranya seperti perbezaan persepsi, wwasan, nilai, latar belakang dan keperibadian. Namun, perbezaan itu sebenarnya boleh diatasi jika masing-masing saling berusaha memahami dan menilai diri.

Tips # 4 Jangan biasakan berbohong
Pasti ramai yang pernah membohongi pasangan masing-masing, bukan? Bagi suami, anda pasti tidak sanggup berterus-terang denga pertemuan bersama klien wanita yang cantik dan bijak hingga berlarutan ke lewat malam. Agar isteri tidak banyak bertanya dan anda sendiri enggan mencetuskan pertengkaran maka anda mengatakan perkara yang berbeza.

Anda berbohong dengan alasan untuk kebaikan. Perlu anda ketahui, perkara ini sebenarnya akan berlanjutan dan lama kelamaan anda akan menganggap berbohong pada pasangan adalah perkara biasa. Supaya semua ini tidak terjadi maka sebaiknya anda ceritakan saja pada pasangan bahawa apa yang anda lakukan adalah untuk urusan pekerjaan semata-mata.

Tips # 5 Jangan cemburu berlebihan
Ramai yang menyatakan bahawa cemburu itu tandanya sayang. Betul ke? Walaupun ada benarnya cemburu tandanya sayang, itu bukan bermakna anda atau pasangan boleh cemburu buta. Memang banyak perselisihan suami isteri yang berpunca daripada faktor ini. Lazimnya ia bermula dari salah tafsir dan sikap terbuka.

Misalnya seorang rakan telah melihat suami kelaur berdua dengan rakan sekerja wanitanya dan tanpa ertanya anda menyerang suami dan menuduhnya bukan-bukan, sedangkan dia keluar atas urusan kerja. Nah, inilah yang disebut cemburu tidak bertempat atau cemburu buta.

Tips # 6 Hindari kecurangan
Curang dengan pasangan selalunya terjadi kerana masing-masing tidak mahu saling terbuka atau mendengarkan apa yang dirasai atau dikeluhkan oleh pasangan. Contohnya, sang suami merasa jengkel kerana setiap kali pulang, isterinya tiada di rumah. Tapi keluhan itu tidak disampaikan oleh suami ataupun sudah disampaikan tetapi tidak didengari.

Kecurangan juga berlaku kerana pasangn kesepian, tidak merasakan kepuasan seksual atau godaan dari luar seperti tempat hiburan dengan erotis, wanita perayu dan lain-lain. Bagi menyelesaikan masalah ini, perkara pertama yang harus dilakukan adalah mencari punca permasalahannya, kemudian berusaha untuk dihindari atau disingkirkan.

Tips # 7 Cari orang tengah
Sekiranya masalah yang berlaku antara suami isteri tidak dapat diselesaikan setelah puas berusaha, maka carilah bantuan orang ketiga sebagai orang tengah. Orang ketiga itu haruslah seorang yang dihormati oleh suamiisteri, seperti mentua, bapa saudara mahupun sahabat yang sudah lama dikenali. Cara ini lebih baik berbanding anda bercerita dan mengadu kepada jiran, rakan atau teman sepejabat.

Tips # 8 Tetap mesra
Agar hubungan anda dan pasangan tetap mesra, buanglah jauh-jauh persepsi bahawa kemesraan itu hanya dikecap ketika bercinta saja. Pada dasarnya, kemesraan itu boleh dikecapi asalkan anda berusaha.

Tips # 9 Pasrah kepada yang Esa
Berhadapan dengan permasalahan rumahtangga, perasaan emosi memang membuak-buak. Namun, jangan terbelenggu dengannya. Berdoa dan pasrahkan diri kepada yang maha Pencipta agar emosi tidak mempengaruhi tindakan dan permasalahan dapat diselesaikan dengan segera.

Tips # 10 Jangan Komen Melampau
Seolah-olah kita perfect sangat. Kadang-kadang kita rasa didikan dari keluarga kita lah yang terbaik dan kita lupa pasangan kita juga mempunyai perkara yang sama. Akibatnya kita cenderung untuk memaki hamun pasangan - lebih teruk menggunakan perkataan yang tidak baik. Dari sini timbullah proses fitnah memfitnah pasangan. Diperam lama akan mengakibatkan buruk sangka ... itulah barah dalam hubungan.

Moga bermenafaat.

Selasa, 22 Februari 2011

Kesabaran Menghadapi Problem Keluarga

Photobucket

From: muhamad agus syafii <agussyafii@yahoo.com>

Kesabaran Menghadapi Problem Keluarga

By: M. Agus Syafii

Ditengah usia perkawinannya terbilang muda, baru berusia tiga tahun dan memiliki bayi mungil, dirinya sudah merasakan kesulitan dalam berkomunikasi dengan sang istri. Seorang teman di Rumah Amalia, dia mengatakan bahwa setiap kali berbincang dengan istri selalu saja berakhir dengan pertengkaran. Kesulitan itu terjadi sejak usia perkawinan menginjak enam bulan pertama, disaat istri sedang hamil muda. Pada bersamaan dia juga mendapatkan promosi jabatan di kantornya. Konsekwensi dari promosi jabatan menyebabkan banyak hal harus dikerjakan, pulang larut malam, perjalanan tugas kantor secara rutin.
Semua itu menyebabkan pertengkaran sering karena istri merasa tidak lagi mendapatkan perhatiannya.

Bahkan pernah sang istri mencoba untuk bunuh diri, sejak peristiwa itu dia selalu mengalah & khawatir bila istri melakukan perbuatan nekad yang dilarang oleh agama. Sampai dia harus meminta izin kepada atasannya untuk mengurangi tugas keluar kota dan lebih mengutamakan untuk mengantar istri atau menjemput dari kantornya. Namun upaya yang dilakukan menjadi terasa sia-sia, ternyata istri semakin menunjukkan sikap yang berlebihan, takut ditinggal bahkan istrinya menjadi mudah sekali untuk mengungkit kembali permasalahan yang telah lalu. Pertengkaran inilah yang membuat dirinya menjadi marah. Sampai tidak tahu apa yang harus dilakukan. 'Mas Agus Syafii, saya sudah lelah dengan kehidupan. Apa yang harus saya lakukan agar istri merubah sikapnya & komunikasi bisa menjadi lebih baik? Tuturnya sore itu pada saya di Rumah Amalia.

Saya kemudian menjelaskan padanya bahwa tekanan hidup seperti di kota Jakarta, dari pagi ketika di jalan raya sudah berhadapan dengan kemacetan, tentunya sangat melelahkan, juga pekerjaan dengan berbagai tekanan sekaligus tanggungjawab di dalam rumah tangga. Tekanan seperti ini yang terjadi terus menerus bukan hanya melelahkan juga sekaligus kita tidak mampu untuk berpikir jernih. dalam melihat persoalan. Suatu keadaan kita seperti berputar-putar di gang buntu. Proses transisi dari cuman berdua, kemudian memiliki bayi mungil ditambah dengan karier yang cemerlang dibutuhkan penyesuaian. Bukan hanya suami yang harus menyesuaikan namun juga istri mesti menyesuaikan diri. Dalam masa transmisi inilah terjadilah kesulitan komunikasi. Kesulitan komunikasi semakin membesar karena memang tidak pernah mempersiapkan diri untuk melewati perubahan ini.

Perkawinan pada dasarnya ada tiga fase, fase pairing, parenting & partnering. Fase pairing tantangannya mengenal pasangan yang dihadapkan dengan mengejar karier. Dalam rumah tangganya fase pairing belum berlalu tapi sudah memasuki Fase parenting yaitu menjadi orang tua karena sudah memiliki sang buah hati. Seiring waktu pertumbuhan anak, dirinya dan istri dibutuhkan kondisi partnering dalam pengasuhan. Jadi, saya menyarankan padanya sebaiknya yang dilakukan adalah memantapkan pasa awal sebuah perkawinan yaitu pairing dengan mengenal istrinya, jangan pernah bosan untuk juga mengajak istri untuk lebih mengenal dirinya. Melakukan aktifitas ibadah dengan sholat berjamaah di dalam keluarga menjadi upaya untuk mencairkan komunikasi yang beku. Selesai sholat berjamaah kemudian belajar membaca al-quran bersama menjadi keluarga indah & bahagia. Lakukanlah dengan sabar, bahwa dirinya juga harus memahami istri yang juga sedang dalam kondisi tertekan sama seperti dia. Dalam perannya sebagai istri sekaligus ibu tentunya sangatlah tidaklah mudah. Perkawinan merupakan proses belajar yang tidak pernah berhenti. Sebuah perkawinan kita diberikan kesempatan untuk belajar menjadi matang & mendewasakan, pasangan hidup kita merupakan cermin yang terbaik dalam membantu kita untuk tumbuh & berkembang.

'Hai orang2 yang beriman, mintalah pertolongan (kpd Allah) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar.' (QS. al- Baqarah : 153).

Wassalam,
M. Agus Syafii

NOTA KAKI: Ramai SUAMI berfikir KELUARGA adalah diwargai ISTERI dan ANAK2 saja lalu menyingkir AYAH dan EMAK maupun ADIK-BERADIK. Padahal mereka itu NASAB yang boleh mewarisi satu sama lain. Apabila terdapat masaalah,SUAMI/ISTERI secara peribadi tertekan karena buntu seolah tidak ditemui jalan keluar. Malah banyak info ditemui sekarang iaitu ramai suami/isteri cuba hadapi masaalah dengan bercakap lama/berleter terus hingga pendengar mati minda,tak boleh lagi terima nasihat. SUAMI haruslah merubah cara. Dengar fakta isteri mengenai suami. Jangan marah isteri apabila fakta tidak sama menurut fikiran suami. Susun setiap fakta yang disebut isteri sebagai IDEA BARU.

Khamis, 17 Februari 2011

Perihal Jodoh




"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujuraat 49:6)



Salah seorang penulis yang paling saya minati tulisannya ialah Ustaz Pahrol Mohd Juoi. Saya membaca tulisannya sejak zaman Arqam dulu lagi. Malah hampir semua buku tulisan beliau saya beli. Saya juga merupakan pembaca setia Majalah Solusi (yang banyak memaparkan tulisan Ustaz Pahrol).

Hari ini, saya ingin berkongsi dengan anda, 1 artikel menarik yang ditulis oleh Ustaz Pahrol berkenaan dengan 'Perihal Jodoh'.
Berikut adalah artikelnya…





BERCERITA TENTANG JODOH



Jodoh seperti rezeki, ia telah ditentukan. Namun, kita tidak tahu apa yang telah ditentukan oleh Allah. Dengan berpegang pada hakikat itu kita diperintahkan-Nya agar berusaha.

Carilah jodoh yang baik, carilah rezeki yang baik dengan jalan yang baik juga. Siapa jodoh kita? Berapa banyak rezeki kita? Dan bila? Itu bukan kerja kita. Itu ketentuan Allah. Milik kita hanya usaha.

Jadi, berusahalah dengan baik, Allah pasti tidak akan mengecewakan kita. Wajib menerima takdir tidak menolak kewajiban untuk mentadbir.

"Dulu saya tidak pernah melihat wajah bakal isteri saya," kata seorang abang yang sangat saya hormati.

"Pelik tu bang. Bagaimana jodoh abang diaturkan?"

"Ikut pilihan guru agama yang mengajar saya," jawabnya pendek.

"Mengapa tidak mahu melihat wajahnya? Kan itu dibenarkan oleh syariat? Barangkali sebab waktu itu tidak ada ruangan sosial seperti Facebook danTwitter?" gurau saya.

"Memang belum ada. Tetapi ada cara lain. Gambar dan cara-cara yang lain ada, tetapi sebenarnya ada sebab lain…"

Dalam diam, saya rasa hairan. Wajahnya saya tenung. Dia orang yang sangat saya hormati. Sahsiah dan kepimpinannya sangat menawan hati.

Tentu ada sebab yang solid untuk dia bersikap demikian.

"Sebelum aktif sebagai aktivis Islam seperti sekarang, saya pernah menjalin hubungan cinta. Dia teman lama sejak di sekolah rendah lagi," jelasnya dengan tenang.

"Habis mengapa putus?"



"Kami putus kerana dia ada jalan tersendiri. Saya ajak bersama saya dalam perjuangan Islam ini tetapi dia selesa dengan gayanya. Lepas, bebas. Jadi kami berpisah setelah 10 tahun bercinta."

Wah, ini kisah cinta yang dramatik! Saya tidak sangka sama sekali dia yang selama ini kelihatan begitu iltizam, tegas dan berwibawa pernah melalui tragedi cinta.


Isteri Amanah


"Itu kisah sebelumnya. Tetapi bagaimana dengan kisah pertemuan dengan isteri abang sekarang?" kata saya beralih kepada maksud asal pertanyaan.

"Setelah putus, abang terus pinta guru agama carikan jodoh. Ingin fokus kepada gerakan dan amal Islami tanpa diganggu gugat lagi oleh emosi cinta."

"Tetapi mengapa abang tidak mahu melihat bakal isteri pilihan guru? Tidak dibenarkan?"

"Itu keputusan personal saya. Guru memberi kebebasan. Mahu melihat dulu, silakan. Tidak mahu, tidak mengapa."

"Dan abang memilih untuk tidak melihat. Kenapa?"

"Eh, kamu masih tegar dengan soalan asal? Begini, bekas kekasih abang dulu sangat cantik. Abang takut perasaan abang diganggu oleh godaan perbandingan. Takut-takut, bakal isteri tidak secantik kekasih lama. Jadi abang tekad, nikah terus tanpa melihat wajahnya."

Saya terkesima sebentar dan dengan pantas saya bertanya kembali, "Tetapi abang akan terpaksa juga membuat perbandingan setelah bernikah bukan? Setelah nikah, abang akan melihat wajahnya. Dan ketika itu mahu tak mahu godaan perbandingan akan datang juga."

Sekali lagi dia senyum. Matanya bersinar-sinar dengan keyakinan. Jauh di lubuk hati, saya mengakui, dia memang bercakap dari hatinya.
"Amat jauh bezanya antara membandingkan wanita lain dengan bakal wanita yang akan kita nikahi dengan wanita yang telah kita nikahi…"

Pendek dia menjawabnya, namun terus menusuk ke hati saya. Tanpa saya pinta dia menyambung, "Apabila seorang wanita telah kita nikahi dengan sah, dialah wanita yang diamanahkan oleh Allah untuk kita bimbing dan pimpin menuju syurga. Nasib kita dunia dan akhirat sangat berkait rapat dengannya. Dia adalah jodoh yang ditakdirkan buat kita. Dialah wanita yang pasrah dan menyerah kepada kita atas nama Allah. Pada waktu itu, bagaimanapun keadaan wajahnya, siapa pun dia, sudah menjadi soal kedua."




Cantik Itu Relatif dan Subjektif


"Abang tidak takut, kalau tiba-tiba wajah atau keadaannya tidak serasi dengan cita rasa abang? Maksudnya, er… er… kita masih manusia bukan?" saya menduga hatinya.

Dia ketawa tiba-tiba.

"Ya, kita masih manusia. Tetapi kita bukan sekadar manusia. Kita hamba Allah dan khalifah. Isteri ialah teman kita untuk memikul amanah dua misi berat itu. Untuk melaksanakannya, kita bukan hanya perlukan kecantikan seorang wanita, tetapi ilmunya, akhlaknya, sifat pengorbanannya dan kesetiaannya."

"Jadi, untuk itu kecantikan tidak penting?"

"Semua yang datang daripada Allah ada kebaikannya. Namun ingat, Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita berbanding kita sendiri. Sesiapa yang tekad menjadi hamba Allah dan khalifah, pasti tidak akan dikecewakan-Nya. Orang yang baik berhak mendapat yang baik, bukan begitu?"

"Bukan yang cantik?" jolok saya lagi.

"Cantik itu relatif dan sangat subjektif. Beauty is in the eye of the beholder, bukankah begitu? Cita rasa manusia tentang kecantikan tidak sama. Malah ia juga berubah-ubah mengikut masa, usia dan keadaan. Tetapi yang baik itu mutlak dan lebih kekal sifatnya," balasnya dengan yakin.

"Maksud abang?"

Dia diam. Termenung sebentar. Mungkin mencari-cari bahasa kata untuk menterjermahkan bahasa rasa.

"Kecantikan seorang wanita tidak sama tafsirannya. Orang budiman dan beriman, menilai kecantikan kepada budi dan akhlak. Pemuja hedonisme dan materialisme hanya fokus kepada kecantikan wajah dan daya tarikan seksual."

Ketika saya ingin menyampuk, dia menambah lagi, "Cantik juga relatif mengikut keadaan. Jelitawan sekalipun akan nampak hodoh dan membosankan apabila asyik marah-marah dan merampus. Sebaliknya, wanita yang sederhana sahaja wajahnya akan nampak manis apabila sentiasa tersenyum, sedia membantu dan memahami hati suami."

"Oh, betul juga tu!" kata saya. Teringat betapa ada seorang kenalan yang sering mengeluh tentang isterinya, "Sedap di mata tetapi sakit di hati…"




Wasilah Memilih Jodoh


"Bagaimana sebaik selepas berkahwin? Tak terkilan?" ujar saya dengan soalan nakal.

"Memang dari segi kecantikan, isteri abang sekarang biasa-biasa sahaja."

"Maksudnya yang dulu lebih cantik?"

"Kamu ni, fikirannya masih berkisar dan berlegar-legar di situ juga. Ingat, yang biasa-biasa akan jadi luar biasa cantik apabila makin lama kita bersama dengannya. Itulah pengalaman abang. Hari ke hari, kecantikan isteri semakin terserlah. Entahlah, apa yang Allah ubah. Wajah itu atau hati ini?"

Wah, dia seakan berfalsafah! Kata-katanya punya maksud yang tersirat.

"Apa kaitannya dengan hati?" layan lagi. Ingin saya terus mencungkil mutiara hikmah daripadanya.

"Kalau hati kita indah, kita akan sentiasa melihat keindahan. Sebaliknya kalau hati rosak, keindahan tidak akan ketara, sekalipun sudah tampak di depan mata. Atau kita mungkin akan mudah bosan dengan apa yang ada lalu mula mencari lagi. Percayalah, orang yang rosak hatinya akan menjadi pemburu kecantikan yang fatamorgana!"

'Ah, tentu dia bahagia kini!' bisik hati saya sendiri.

"Apa panduan abang jika semua ini ingin saya tuliskan?"

"Pilihlah jodoh dengan dua cara. Pertama, jadilah orang yang baik. Insya-Allah, kita akan mendapat jodoh yang baik. Kedua, ikutlah pilihan orang yang baik. Orang yang baik akan memilih yang baik untuk jadi pasangan hidup kita."

Jadi Orang Baik dan Pilihan Orang Baik


"Tapi bang, ramai yang menolak kaedah kedua. Kata mereka, mana mungkin kita menyerahkan hak kita memilih jodoh sendiri kepada ibu bapa, guru atau individu-individu lain sekalipun mereka orang yang baik-baik."

"Tak mengapa. Kalau begitu, cuna cara pertama, jadilah orang yang baik."

"Itu susah bang. Bukan mudah hendak menjadi orang yang baik. Ia satu proses yang panjang dan sukar menentukan apakah kita sudah jadi orang yang baik atau belum."

Abang tersenyum lantas berkata, "Kamu menyoal bagi pihak orang lain bukan?"

Saya diam. Dalam senyap saya akui, inilah soalan yang sering diajukan oleh para remaja di luar sana.

"Kedua-dua cara itu boleh dijalankan serentak. Maksudnya, jika kita berusaha menjadi orang yang baik, insya-Allah, Allah akan kurniakan kita jodoh yang baik melalui pilihan orang baik. Ataupun kita berusaha menjadi orang yang baik sambil mencari orang yang baik sebagai jodoh, dan nanti pilihan kita itu direstui oleh orang yang baik!"

Wah, kedengaran berbelit-belit ayatnya, namun jika diamati ada kebenarannya.
Photobucket

"Tetapi ada juga mereka yang menolak pilihan orang yang baik bukan?"

"Kerana mereka bukan orang baik," jawabnya pendek.

"Bukan, bukan begitu. Bolehkah terjadi orang baik menolak pilihan orang yang baik?"

"Ya, tidak mengapa. Tetapi mereka tetap menolaknya dengan cara yang baik. Itulah yang terjadi kepada seorang wanita yang bertanyakan haknya untuk menerima atau menolak jodoh yang dipilih oleh ibu bapanya kepada Rasulullah s.a.w."

"Apa hikmah di sebalik kisah itu bang?"

"Kita boleh melihat persoalan ini dari dua dimensi. Pertama, mungkin ada anak-anak yang tidak baik menolak pilihan ibu bapa yang baik.

Hikmahnya, Allah tidak mengizinkan orang yang baik menjadi pasangan orang yang tidak baik. Bukankah Allah telah berjanji, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan begitulah sebaliknya?"

Saya terdiam. Benar-benar tenggelam dalam fikiran yang mendalam dengan luahan hikmah itu.




Jodoh Urusan Allah


"Dan mungkin juga anak itu orang baik tetapi ibu bapanya yang tidak baik itu memilih calon yang tidak baik sebagai pasangannya. Maka pada waktu itu syariat membenarkan si anak menolak pilihan ibu bapanya. Ya, itulah kaedah Allah untuk menyelamatkan orang baik daripada mendapat pasangan hidup yang jahat."

"Bagaimana pula jika anak itu baik, dan ibu bapanya pun baik serta calon pilihan ibu bapanya juga baik, tetapi urusan pernikahan masih terbengkalai. Apa maknanya?" tanya saya inginkan penjelasan muktamad.

"Itulah takdir! Mungkin Allah menentukan 'orang baik' lain sebagai jodohnya. Sementara orang baik yang dicadangkan itu telah Allah tentukan dengan orang baik yang lain pula!"

Tiba-tiba saya teringat bagaimana Hafsah yang dicadangkan untuk menjadi calon isteri Sayidina Abu Bakar oleh ayahnya Sayidina Umar tetapi ditolak. Akhir Hafsah bernikah dengan Rasulullah s.a.w. Kebaikan sentiasa berlegar-legar dalam kalangan orang yang baik!

"Jodoh itu urusan Allah. Sudah dicatat sejak azali lagi. Tetapi prinsipnya tetap satu dan satu itulah yang wajib kita fahami. Orang yang baik berhak mendapat jodoh yang baik. Cuma sekali-sekala sahaja Allah menguji orang yang baik mendapat pasangan hidup yang jahat seperti Nabi Lut mendapat isteri yang jahat dan Asiyah yang bersuamikan Firaun laknatullah."

"Apa hikmahnya kes yang berlaku sekali-sekala seperti itu?"

"Eh, abang bukan pakar hikmah! Tetapi mungkin Allah hendak meninggikan lagi darjah dan darjat orang baik ke tahap yang lebih tinggi."

"Hikmah untuk kita?"

"Jika takdirnya pahit untuk kita, terimalah sebagai ubat. Katalah, kita sudah berusaha menjadi orang yang baik dan kita telah pun bernikah dengan pilihan orang yang baik, tetapi jika takdirnya pasangan kita bermasalah… bersabarlah. Katakan pada diri bahawa itulah jalan yang ditentukan oleh Allah untuk kita mendapat syurga. Maka rebutlah pahala sabar dan redha seperti Nabi Lut dan Nabi Ayyub atau kesabaran seorang isteri bernama Siti Asiah."

Tok, tok, tok. Tiba-tiba pintu bilik tulis saya diketuk. Wajah watak "abang bayangan" saya pergi tiba-tiba. Tersedar saya daripada lamunan yang panjang. Wajah isteri terserlah di sebalik pintu. Sebalik melihatnya terdetak dalam hati sendiri, apakah aku telah menjadi insan yang baik untuk memperbaikinya?

Ah, hati dilanda bimbang mengingatkan makna satu ungkapan yang pernah saya tulis dahulu: "Yang penting bukan siapa isterimu semasa kau nikahinya, tetapi siapa dia setelah menikah denganmu. JAdi, janji Allah tentang lelaki yang baik untuk wanita yang baik bukan hanya berlaku pada awal pernikahan, tetapi di pertengahannya, penghujungnya malah sepanjang jalan menuju syurga!"

Sumber tulisan : Ustaz Pahrol Mohd Juoi





(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan "zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia. (Al-Rad, Ayat 28)




Makan Seledri Sebelum Bercinta Efeknya Luar Biasa !


http://www.biodiversityexplorer.org/plants/apiaceae/images/enb07438x_celery.jpg

Tak perlu jamu-jamuan atau obat perangsang kalau hanya ingin meningkatkan gairah dan stamina saat bercinta. Cukup dengan makan sayuran seledri sebelum atau saat bercinta, khasiat luar biasanya dapat langsung terasa mirip efek viagra.

Makan seledri sebelum atau saat bercinta ini dapat meningkatkan gairah seks bisa dirasakan baik oleh lelaki maupun wanita.

Seledri (Apium graveolens L) disebut-sebut sebagai vegetable viagra atau sayuran yang khasiatnya mirip obat perangsang viagra (sildenafril). Sebutan itu dipopulerkan oleh 3 orang peneliti dari Amerika yakni Dr Judy Garman, Dr Walter Gaman dan Dr Mark Anderson.

Kandungan seledri yang berkhasiat membangkitkan gairah saat bercinta adalah senyawa androstenone. Senyawa ini merupakan steroid alami yang merangsang pelepasan feromon atau hormon pemikat pada lelaki, sehingga mampu membuat pasangannya makin bergairah.

Dalam buku berjudul Stay Young: Ten Proven Steps to Ultimate Health, para peneliti tersebut mengatakan bahwa efek makan seledri dapat langsung dirasakan seketika. Agar pasangannya lebih bergairah, lelaki boleh mengunyah seledri sesaat sebelum atau selama bercinta.

Bagi si lelaki sendiri, konsumsi seledri mampu meningkatkan produksi cairan ejakulat yang dikeluarkan saat ejakulasi. Seperti dikutip dari Newsoxy, sebagian lelaki menganggap peningkatan volume ejakulat seperti ini dapat memberikan sensasi kenikmatan tersendiri saat mencapai orgasme.

Meski demikian, sejumlah ahli masih meragukan khasiat seledri. Meski tak boleh dinafikan bahawa semua jenis sayuran punya manfaat bagi kesehatan, khasiat seledri dalam meningkatkan gairah seks dianggap belum dapat disejajarkan dengan obat-obat paten seperti viagra.
Photobucket
Terlebih dalam buku tersebut para peneliti juga memberi sejumlah catatan. Di antaranya mengatakan bahwa manfaat seledri mungkin tidak boleh dirasakan pada kondisi-kondisi tertentu termasuk pada lelaki merokok atau mengalami kelebihan berat badan (overweight).
http://us.health.detik.com/read/2011/02/14/180359/1571193/763/makan-seledri-sebelum-bercinta-efeknya-luar-biasa

Rabu, 16 Februari 2011

Bercerita tentang jodoh...


PETIKAN : http://genta-rasa.com/



BERCERITA TENTANG JODOH…

Jodoh seperti rezeki, ia telah ditentukan. Namun, kita tidak tahu apa yang telah ditentukan oleh Allah. Dengan berpegang pada hakikat itu kita diperintahkan-Nya agar berusaha.

Carilah jodoh yang baik, carilah rezeki yang baik dengan jalan yang baik juga. Siapa jodoh kita? Berapa banyak rezeki kita? Dan bila? Itu bukan kerja kita. Itu ketentuan Allah. Milik kita hanya usaha.

Jadi, berusahalah dengan baik, Allah pasti tidak akan mengecewakan kita. Wajib menerima takdir tidak menolak kewajiban untuk mentadbir.

"Dulu saya tidak pernah melihat wajah bakal isteri saya," kata seorang abang yang sangat saya hormati.

"Pelik tu bang. Bagaimana jodoh abang diaturkan?"

"Ikut pilihan guru agama yang mengajar saya," jawabnya pendek.

"Mengapa tidak mahu melihat wajahnya? Kan itu dibenarkan oleh syariat? Barangkali sebab waktu itu tidak ada ruangan sosial seperti Facebook danTwitter?" gurau saya.

"Memang belum ada. Tetapi ada cara lain. Gambar dan cara-cara yang lain ada, tetapi sebenarnya ada sebab lain…"

Dalam diam, saya rasa hairan. Wajahnya saya tenung. Dia orang yang sangat saya hormati. Sahsiah dan kepimpinannya sangat menawan hati. Tentu ada sebab yang solid untuk dia bersikap demikian.

"Sebelum aktif sebagai aktivis Islam seperti sekarang, saya pernah menjalin hubungan cinta. Dia teman lama sejak di sekolah rendah lagi," jelasnya dengan tenang.

"Habis mengapa putus?"

"Kami putus kerana dia ada jalan tersendiri. Saya ajak bersama saya dalam perjuangan Islam ini tetapi dia selesa dengan gayanya. Lepas, bebas. Jadi kami berpisah setelah 10 tahun bercinta."

Wah, ini kisah cinta yang dramatik! Saya tidak sangka sama sekali dia yang selama ini kelihatan begitu iltizam, tegas dan berwibawa pernah melalui tragedi cinta.

Isteri Amanah

"Itu kisah sebelumnya. Tetapi bagaimana dengan kisah pertemuan dengan isteri abang sekarang?" kata saya beralih kepada maksud asal pertanyaan.

"Setelah putus, abang terus pinta guru agama carikan jodoh. Ingin fokus kepada gerakan dan amal Islami tanpa diganggu gugat lagi oleh emosi cinta."

"Tetapi mengapa abang tidak mahu melihat bakal isteri pilihan guru? Tidak dibenarkan?"

"Itu keputusan personal saya. Guru memberi kebebasan. Mahu melihat dulu, silakan. Tidak mahu, tidak mengapa."

"Dan abang memilih untuk tidak melihat. Kenapa?"

"Eh, kamu masih tegar dengan soalan asal? Begini, bekas kekasih abang dulu sangat cantik. Abang takut perasaan abang diganggu oleh godaan perbandingan. Takut-takut, bakal isteri tidak secantik kekasih lama. Jadi abang tekad, nikah terus tanpa melihat wajahnya."

Saya terkesima sebentar dan dengan pantas saya bertanya kembali, "Tetapi abang akan terpaksa juga membuat perbandingan setelah bernikah bukan? Setelah nikah, abang akan melihat wajahnya. Dan ketika itu mahu tak mahu godaan perbandingan akan datang juga."

Sekali lagi dia senyum. Matanya bersinar-sinar dengan keyakinan. Jauh di lubuk hati, saya mengakui, dia memang bercakap dari hatinya.

"Amat jauh bezanya antara membandingkan wanita lain dengan bakal wanita yang akan kita nikahi dengan wanita yang telah kita nikahi…"

Pendek dia menjawabnya, namun terus menusuk ke hati saya. Tanpa saya pinta dia menyambung, "Apabila seorang wanita telah kita nikahi dengan sah, dialah wanita yang diamanahkan oleh Allah untuk kita bimbing dan pimpin menuju syurga. Nasib kita dunia dan akhirat sangat berkait rapat dengannya. Dia adalah jodoh yang ditakdirkan buat kita. Dialah wanita yang pasrah dan menyerah kepada kita atas nama Allah. Pada waktu itu, bagaimanapun keadaan wajahnya, siapa pun dia, sudah menjadi soal kedua."

Cantik Itu Relatif dan Subjektif

"Abang tidak takut, kalau tiba-tiba wajah atau keadaannya tidak serasi dengan cita rasa abang? Maksudnya, er… er… kita masih manusia bukan?" saya menduga hatinya.

Dia ketawa tiba-tiba.

"Ya, kita masih manusia. Tetapi kita bukan sekadar manusia. Kita hamba Allah dan khalifah. Isteri ialah teman kita untuk memikul amanah dua misi berat itu. Untuk melaksanakannya, kita bukan hanya perlukan kecantikan seorang wanita, tetapi ilmunya, akhlaknya, sifat pengorbanannya dan kesetiaannya."

"Jadi, untuk itu kecantikan tidak penting?"

"Semua yang datang daripada Allah ada kebaikannya. Namun ingat, Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita berbanding kita sendiri. Sesiapa yang tekad menjadi hamba Allah dan khalifah, pasti tidak akan dikecewakan-Nya. Orang yang baik berhak mendapat yang baik, bukan begitu?"

"Bukan yang cantik?" jolok saya lagi.

"Cantik itu relatif dan sangat subjektif. Beauty is in the eye of the beholder, bukankah begitu? Cita rasa manusia tentang kecantikan tidak sama. Malah ia juga berubah-ubah mengikut masa, usia dan keadaan. Tetapi yang baik itu mutlak dan lebih kekal sifatnya," balasnya dengan yakin.

"Maksud abang?"

Dia diam. Termenung sebentar. Mungkin mencari-cari bahasa kata untuk menterjermahkan bahasa rasa.

"Kecantikan seorang wanita tidak sama tafsirannya. Orang budiman dan beriman, menilai kecantikan kepada budi dan akhlak. Pemuja hedonisme dan materialisme hanya fokus kepada kecantikan wajah dan daya tarikan seksual."

Ketika saya ingin menyampuk, dia menambah lagi, "Cantik juga relatif mengikut keadaan. Jelitawan sekalipun akan nampak hodoh dan membosankan apabila asyik marah-marah dan merampus. Sebaliknya, wanita yang sederhana sahaja wajahnya akan nampak manis apabila sentiasa tersenyum, sedia membantu dan memahami hati suami."

"Oh, betul juga tu!" kata saya. Teringat betapa ada seorang kenalan yang sering mengeluh tentang isterinya, "Sedap di mata tetapi sakit di hati…"

Wasilah Memilih Jodoh

"Bagaimana sebaik selepas berkahwin? Tak terkilan?" ujar saya dengan soalan nakal.

"Memang dari segi kecantikan, isteri abang sekarang biasa-biasa sahaja."

"Maksudnya yang dulu lebih cantik?"

"Kamu ni, fikirannya masih berkisar dan berlegar-legar di situ juga. Ingat, yang biasa-biasa akan jadi luar biasa cantik apabila makin lama kita bersama dengannya. Itulah pengalaman abang. Hari ke hari, kecantikan isteri semakin terserlah. Entahlah, apa yang Allah ubah. Wajah itu atau hati ini?"

Wah, dia seakan berfalsafah! Kata-katanya punya maksud yang tersirat.

"Apa kaitannya dengan hati?" layan lagi. Ingin saya terus mencungkil mutiara hikmah daripadanya.

"Kalau hati kita indah, kita akan sentiasa melihat keindahan. Sebaliknya kalau hati rosak, keindahan tidak akan ketara, sekalipun sudah tampak di depan mata. Atau kita mungkin akan mudah bosan dengan apa yang ada lalu mula mencari lagi. Percayalah, orang yang rosak hatinya akan menjadi pemburu kecantikan yang fatamorgana!"

'Ah, tentu dia bahagia kini!' bisik hati saya sendiri.

"Apa panduan abang jika semua ini ingin saya tuliskan?"

"Pilihlah jodoh dengan dua cara. Pertama, jadilah orang yang baik. Insya-Allah, kita akan mendapat jodoh yang baik. Kedua, ikutlah pilihan orang yang baik. Orang yang baik akan memilih yang baik untuk jadi pasangan hidup kita."

Jadi Orang Baik dan Pilihan Orang Baik

"Tapi bang, ramai yang menolak kaedah kedua. Kata mereka, mana mungkin kita menyerahkan hak kita memilih jodoh sendiri kepada ibu bapa, guru atau individu-individu lain sekalipun mereka orang yang baik-baik."

"Tak mengapa. Kalau begitu, cuna cara pertama, jadilah orang yang baik."

"Itu susah bang. Bukan mudah hendak menjadi orang yang baik. Ia satu proses yang panjang dan sukar menentukan apakah kita sudah jadi orang yang baik atau belum."

Abang tersenyum lantas berkata, "Kamu menyoal bagi pihak orang lain bukan?"

Saya diam. Dalam senyap saya akui, inilah soalan yang sering diajukan oleh para remaja di luar sana.

"Kedua-dua cara itu boleh dijalankan serentak. Maksudnya, jika kita berusaha menjadi orang yang baik, insya-Allah, Allah akan kurniakan kita jodoh yang baik melalui pilihan orang baik. Ataupun kita berusaha menjadi orang yang baik sambil mencari orang yang baik sebagai jodoh, dan nanti pilihan kita itu direstui oleh orang yang baik!"

Wah, kedengaran berbelit-belit ayatnya, namun jika diamati ada kebenarannya.

"Tetapi ada juga mereka yang menolak pilihan orang yang baik bukan?"

"Kerana mereka bukan orang baik," jawabnya pendek.

"Bukan, bukan begitu. Bolehkah terjadi orang baik menolak pilihan orang yang baik?"

"Ya, tidak mengapa. Tetapi mereka tetap menolaknya dengan cara yang baik. Itulah yang terjadi kepada seorang wanita yang bertanyakan haknya untuk menerima atau menolak jodoh yang dipilih oleh ibu bapanya kepada Rasulullah s.a.w."

"Apa hikmah di sebalik kisah itu bang?"

"Kita boleh melihat persoalan ini dari dua dimensi. Pertama, mungkin ada anak-anak yang tidak baik menolak pilihan ibu bapa yang baik. Hikmahnya, Allah tidak mengizinkan orang yang baik menjadi pasangan orang yang tidak baik. Bukankah Allah telah berjanji, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan begitulah sebaliknya?"

Saya terdiam. Benar-benar tenggelam dalam fikiran yang mendalam dengan luahan hikmah itu.

Jodoh Urusan Allah

"Dan mungkin juga anak itu orang baik tetapi ibu bapanya yang tidak baik itu memilih calon yang tidak baik sebagai pasangannya. Maka pada waktu itu syariat membenarkan si anak menolak pilihan ibu bapanya. Ya, itulah kaedah Allah untuk menyelamatkan orang baik daripada mendapat pasangan hidup yang jahat."

"Bagaimana pula jika anak itu baik, dan ibu bapanya pun baik serta calon pilihan ibu bapanya juga baik, tetapi urusan pernikahan masih terbengkalai. Apa maknanya?" tanya saya inginkan penjelasan muktamad.

"Itulah takdir! Mungkin Allah menentukan 'orang baik' lain sebagai jodohnya. Sementara orang baik yang dicadangkan itu telah Allah tentukan dengan orang baik yang lain pula!"

Tiba-tiba saya teringat bagaimana Hafsah yang dicadangkan untuk menjadi calon isteri Sayidina Abu Bakar oleh ayahnya Sayidina Umar tetapi ditolak. Akhir Hafsah bernikah dengan Rasulullah s.a.w. Kebaikan sentiasa berlegar-legar dalam kalangan orang yang baik!

"Jodoh itu urusan Allah. Sudah dicatat sejak azali lagi. Tetapi prinsipnya tetap satu dan satu itulah yang wajib kita fahami. Orang yang baik berhak mendapat jodoh yang baik. Cuma sekali-sekala sahaja Allah menguji orang yang baik mendapat pasangan hidup yang jahat seperti Nabi Lut mendapat isteri yang jahat dan Asiyah yang bersuamikan Firaun laknatullah."

"Apa hikmahnya kes yang berlaku sekali-sekala seperti itu?"

"Eh, abang bukan pakar hikmah! Tetapi mungkin Allah hendak meninggikan lagi darjah dan darjat orang baik ke tahap yang lebih tinggi."

"Hikmah untuk kita?"

"Jika takdirnya pahit untuk kita, terimalah sebagai ubat. Katalah, kita sudah berusaha menjadi orang yang baik dan kita telah pun bernikah dengan pilihan orang yang baik, tetapi jika takdirnya pasangan kita bermasalah… bersabarlah. Katakan pada diri bahawa itulah jalan yang ditentukan oleh Allah untuk kita mendapat syurga. Maka rebutlah pahala sabar dan redha seperti Nabi Lut dan Nabi Ayyub atau kesabaran seorang isteri bernama Siti Asiah."

Tok, tok, tok. Tiba-tiba pintu bilik tulis saya diketuk. Wajah watak "abang bayangan" saya pergi tiba-tiba. Tersedar saya daripada lamunan yang panjang. Wajah isteri terserlah di sebalik pintu. Sebalik melihatnya terdetak dalam hati sendiri, apakah aku telah menjadi insan yang baik untuk memperbaikinya?

Ah, hati dilanda bimbang mengingatkan makna satu ungkapan yang pernah saya tulis dahulu: "Yang penting bukan siapa isterimu semasa kau nikahinya, tetapi siapa dia setelah menikah denganmu. JAdi, janji Allah tentang lelaki yang baik untuk wanita yang baik bukan hanya berlaku pada awal pernikahan, tetapi di pertengahannya, penghujungnya malah sepanjang jalan menuju syurga!"

P/S

Nota hati: Pulang dari Kelantan hujung minggu lalu dengan badan yang sarat dengan keletihan. Namun hati dan fikiran sarat dengan iktibar dan pengajaran.

Berlegar di sekitar kuliah Hari Jumaat di bandar KB, mendengar. merasa dan melihat. Yang indah, bukan tanahnya, tetapi manusia yang menegakkan hukum Allah di atasnya.

Mungkin sesuatu yang kelihatan sederhana pada pandangan mata, tetapi sangat cantik bila dipandang dengan mata hati. Begitulah rasa hati… semoga kita semua kembali kepada Ilahi, kerana di sana ada keindahan yang hakiki dan abadi.

Berfikir tentang jodoh anak-anak, adalah satu cabaran yang dipenuhi pelbagai misteri. Ia sukar ditebak dan diduga. Namun, pesan saya cuma satu… untuk anak sendiri dan anak-anak di luar sana, ikutlah syariat, pasti selamat. Islam itu sejahtera. Tidak ada kebahagiaan tanpanya.

Ya, kesalahan dan kesilapan boleh berlaku - ada ampun, maaf dan taubat di situ. Namun mukmin sebenar tidak akan jatuh dalam lubang yang sama dua kali. Cukup hanya sekali… pertama, kerana kejahilan. Maka belajarlah. Kalau kedua, itu kerana kedegilan. Hubaya-hubaya, kekadang harga yang ditagih untuk 'membetulkannya' terlalu pedih dan menyakitkan.

Belajarlah melakukan yang benar dan betul buat pertama kali. Itu yang terbaik. Tetapi jika tidak, cubalah membetulkannya buat kali kedua, ketiga dan seterusnya. Jangan jemu untuk cuba melakukan yang terbaik, kerana kata bijak pandai: Kebaikan itu perlu dimulakan berkali-kali!


SKin2 Widget

__._,_.___

Tips menjadi ayah yang hebat


Tips menjadi ayah yang hebat



Assalamualaikum warahmatullah dan salam sejahtera,

Fasa baru hidup lelaki selepas menimang cahaya mata, dulu solo, kemudian berkahwin dan sekarang sudah bergelar ayah! Pasti pengalaman berbeza dirasai lelaki tatkala melangkah ke alam perkahwinan. Dan sudah tentulah, bukan mudah mengubah tabiat lama selama hidup membujang dan tiada komitmen.

Andai ketika bersendiri, semua yang dilakukan hanya berpandu kehendak dan gerak hati. Sebaik menjadi suami, senario nyata berbeza. Lelaki yang berkahwin wajib melindungi isteri, menjaga hatinya selain menyediakan segala keperluan keluarga. Begitulah hakikatnya apabila sudah memiliki tanggungjawab besar.

Tiba masa bergelar bapa, lain pula ceritanya. Ketika asyik berseronok mendengar perkhabaran itu, sedarkah anda betapa besarnya tanggungjawab yang harus dipikul jejaka sebaik menerima anggota baru dalam hidup? Lelaki semestinya perlu bersedia dari segi mental dan fizikal untuk memikul tugas baru sebagai ketua keluarga.

Tibanya si comel penyeri hidup, suara dan tawanya pasti melengkapkan hidup lelaki bergelar bapa dan isteri. Indahnya mahligai yang dibina dengan kehadiran si kecil tanda kasih sayang anda berdua. Namun berdepan 'tugas' baru sebagai bapa, bagaimana agaknya melayan kerenah atau mood si kecil? Meragam, menangis tanpa henti siang atau malam, merengek, menguruskan aspek kebersihan termasuk memandi dan membersihkannya selepas membuang air kecil atau besar serta ketika si kecil tidak sihat?

Sebaik mendapat cahaya mata, inilah masanya bagi suami membuktikan rasa tanggungjawab dan kasih sayang kepada isteri. Bukan sekadar menjaga isteri dan si manja, sebagai ayah, anda harus melakukan lebih daripada itu. Anda perlu mengambil-alih tugas menguruskan rumahtangga selain belajar membancuh susu, memandikan bayi, memakaikan lampin dan paling mustahak, mengorbankan masa tidur anda.

Kali ini
Laman-Seri berkongsi berkongsi tips untuk panduan bakal bapa, ayah atau daddy.

1 - Biasakan berjaga malam

Tiada alasan untuk tidur nenyak dan berdengkur sepanjang malam... <img style='border: 0; padding:0'  src= Jangan mengharapkan isteri sahaja untuk berjaga, sebaliknya tunjukkan kesungguhan anda untuk bangun bersama dan beri perhatian kepada si comel.

2 - Kejutan kasih sayang

Inilah detik terbaik untuk melakukan kejutan terbesar buat isteri yang telah berkorban bertarung nyawa untuk melahirkan zuriat anda. Apa kata anda pula yang mengambil peranannya ketika isteri dalam pantang. Mungkin anda boleh mulakan dengan menyediakan sarapan, membantu isteri menguruskan dirinya, menyediakan keperluan si comel dan sesekali hadiahkan bunga tanda kasih sayang.

3 - Ringan tulang

Jika sebelum lahirnya si kecil, anda dimanjakan oleh isteri. kali ini, anda harus beralah dan mengambil alih peranan menjaga isteri dan anak. Memadailah dengan membantu menyediakan makanan, membasuh pinggan atau mengasuh si kecil.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Firman Allah SWT :
[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Hadis Rasulullah SAW:
Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah SAW., sabdanya: "Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian dicukupkannya seratus dengan membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. Maka diampuni Allah segala kesalahannya, walaupun sebanyak buih di lautan." (Hadis riwayat Muslim)
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Selasa, 15 Februari 2011

Tokoh Muslimah - Sumaiyyah binti Khaiyyat

From: ZU IM <zu_im@yahoo.com>



DUNIA dilimpahi hujan tangisan menyaksikan peristiwa penyiksaan yang amat kejam terhadap sepasang suami dan isteri serta seorang anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. Mereka diheret ke padang pasir dan dijemur di bawah pancaran matahari yang amat panas, mereka dipukul dan tidak diberi makan dan minum. Kaki dan tangan pula diikat dengan rantai. Seksaan semakin kejam apabila mereka tidak menurut kehendak orang yang menyeksa.

Si isteri diikat di antara dua ekor unta. Paksaan demi paksaan dilakukan agar mereka meninggalkan pegangan mereka. Namun keutuhan dan kekuatan yang didatangkan oleh pegangan itu membuatkan mereka tidak gentar dan sanggup menahan seksaan yang amat dahsyat. Akhirnya, padang pasir yang gersang dan matahari yang terik memancar menjadi saksi pembubuhan kejam sepasang suami isteri itu. Sebilah lembing dihunus dan ditusuk tanpa belas ke dada si isteri dan suami.


Dia hanyalah seorang wanita dan anak yatim piatu. Kebaikan hati dan ketaatan kepada tuannya menjadikan dia cukup disegani walaupun dia hanya seorang hamba yang berkulit hitam. Perkahwinannya dengan seorang lelaki yang setaraf dengannya menjadikan hidupnya lebih bermakna. Lebih membahagiakan apabila mereka dikurniakan seorang anak lelaki yang comel.

Namun kebahagiaan itu tidak bererti dan mengundang bencana apabila mereka memeluk Islam. Mereka adalah antara individu yang terawal memeluk Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w di Mekah.

Dia adalah wanita yang tabah dan menjadi contoh kepada wanita Islam lain bukan sahaja pada zaman nabi, malahan sehingga kini namanya disebut sebagai wanita pertama yang mati syahid di bumi Mekah. Dia mati demi menegakkan iman dan akidahnya terhadap Islam. Dia adalah Sumaiyyah binti Khaiyat yang merupakan isteri kepada Yasir bin Amin Al-Ansi dan juga ibu kepada Ammar bin Yasir.

Sumaiyyah bin Khaiyat adalah hamba perempuan kepada Abu Huzaifah bin al-Mughirah, seorang pembesar Quraisy. Manakala suaminya pula bernama Yasir bin Amin Al-Ansi, seorang pendatang dari Yaman. Yasir juga dikenali sebagai Abu Ammar.

Sumaiyah dimerdekakan pada hari perkahwinannya dan tinggal bersama Huzaifah di bawah naungan Bani Makhzum.

Keluarga Yasir adalah di antara keluarga yang terawal memeluk Islam di Mekah ketika seruan dakwah baru sahaja di bawa oleh Rasulullah s.a.w. Mereka terpaksa menempuh penderitaan dan penyeksaan daripada golongan musyrikin Mekah.

Bani Makhzum yang masih belum memeluk Islam ketika itu sangat marah apabila mengetahui keluarga Yasir memeluk Islam. Keluarga Yasir diseksa dengan pelbagai jenis seksaaan supaya mereka kembali kepada agama asal nenek moyang mereka yang menyembah berhala.

Sumaiyyah, Yasir dan Ammar telah diheret ke padang pasir dan dijemur di bawah pancaran matahari yang amat panas, mereka dipukul dan tidak diberi makan dan minum. Kaki dan tangan mereka diikat dengan rantai.

Pada suatu hari Rasulullah s.a.w lalu di tempat keluarga Yasir diseksa. Rasulullah s.a.w berkata, "Bersabarlah, wahai keluarga Yasir. Balasan untuk kamu adalah syurga." Kata-kata Rasulullah s.a.w itu telah menenangkan hati dan jiwa raga mereka, iman mereka jadi bertambah teguh walaupun mereka diseksa dengan kejam dan zalim oleh musyrikin daripada Bani Makhzum.

Pada suatu hari datanglah Abu Jahal ke tempat penyeksaan tersebut sambil menghina dan mencerca Sumaiyyah dan turut sama menyeksa Sumaiyyah. Abu Jahal memaksa Sumaiyah supaya meninggalkan Islam. Tetapi mereka menolaknya dan tetap beriman dengan Allah s.w.t dan tidak sekali-kali akan meninggalkan Islam. Sumaiyah diikat di antara dua ekor unta.

Abu Jahal sangat marah dengan sikap Sumaiyyah yang tidak mahu tunduk dengan kemahuannya dan musyrikin Mekah. Abu Jahal pun mengambil lembing lalu menusukkan lembing tersebut di dada Sumaiyyah. Sumaiyyah pun gugur sebagai syahid pertama di bumi Mekah. Suaminya Yasir juga turut syahid kemudiannya.

Nama Sumaiyyah binti Khaiyat tercatat dalam sejarah Islam sebagai syahid pertama umat Islam yang mati kerana mempertahankan akidah dan keimanannya kepada Allah s.w.t.
Setelah Sumaiyyah dan Yasir gugur sebagai syuhada, anaknya, Ammar pula dipaksa menyebut nama-nama berhala kaum musyrikin. Dalam keadaan terpaksa, Ammar terpaksa menuruti kehendak kaum musyrikin dengan menyebut nama-nama berhala. Ammar hanya menyebut di lidah semata-mata tetapi di hatinya terus memuji Allah s.w.t.
Dalam keadaan darurat ini Ammar terpaksa memilih antara 'rukshah' dan 'azimah'. Musyrikin Mekah pun melepaskan Ammar kerana disangkanya sudah mengikut kehendak mereka.

Selepas dilepaskan daripada seksaan Ammar pun menemui Rasulullah s.a.w dan menceritakan perbuatannya itu. Rasulullah s.a.w bertanya, "Bagaimana dengan hatimu?" Jawab Ammar, "Saya tetap beriman dengan Allah." Rasulullah s.a.w membenarkan tindakan Ammar tersebut yang memilih 'rukshah'.

Jaminan Rasulullah kepada mereka sekeluarga sebagai penghuni syurga Jannatun Naim menjadi perangsang kepada wanita Islam yang lainnya. Keteguhan dan ketabahannya meneguhkan iman di dada tanpa mengjiraukan nyawa harus dijadikan contoh wanita masa kini.

Sumbangan Sumaiyyah amat bermakna dalam mempertahankan kesucian Islam. Antaranya, berani menyatakan yang hak, sanggup mempertaruhkan nyawa kerana mempertahankan kesucian akidah serta memberi imej yang baik kepada umat Islam dalam soal mempertahankan agama Islam.

Selain itu, Sumaiyyah merupakan lambang ketaatan yang tiada belah bagi kerana berjaya memperteguh keyakinan dan keazaman penganut Islam yang lain untuk meneruskan perjuangan.

Nama Sumaiyyah terus disebut sehingga kini sebagai seorang wanita yang terbaik sebaik manusia yang dijanjikan syurga oleh Nabi Muhammad s.a.w. Penyeksaan yang turut diceritakan semula menjadi kekuatan bagi wanita solehah untuk turut berazam memiliki jiwa dan hati setabah Sumaiyyah.

Darahnya menjadi sumbu pelita keimanan. Tangan yang lembut menghayun buaian akhirnya membuktikan bahawa wanita sepertinya mampu menggoncang dunia dengan hanya memperteguh keimanan kepada Allah s.w.t.

Kisah ini memberi gambaran kepada wanita Islam di seluruh dunia masa kini bahawa kebahagiaan dan kejayaan yang sebenar bagi seorang wanita adalah dapat mempertahankan Islam sepenuh hati. Betapa Sumaiyyah sanggup mengorbankan nyawa demi meneguhkan iman dan ketakwaannya kepada Allah s.w.t. Bagaimana pula dengan wanita masa kini yang tidak berhadapan langsung dengan ancaman bunuh atau seksaaan seperti Sumaiyyah?

Jika digabung kesemua wanita yang memiliki sikap dan sifat cerdik pandai, berharta dan berkuasa di seluruh dunia ini untuk kemuliaan dan pengiktirafan buat mereka, pasti tidak akan mencapai taraf kemuliaan seorang wanita yang beriman seperti Sumaiyyah dan wanita-wanita lain pada zaman Nabi yang mempertaruh nyawa dan diri demi Islam.


Sumaiyyah

Album : Jalan Bahagia
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com


Dalam diri selembut sutra
Kau memiliki iman yang teguh
Kau nyalakan obor agama dirimu bak lentra
dibelengu jahiliah kau tempuh dengan berani
Walau pun jasadmu milik tuan
Tetapi hatimu milik Tuhan

Padang pasir menjadi saksi ketabahan keluarga itu
Tika suami dan anak dibaring mengadap mentari
Disuruh memilih iman atau kekufuran
Samar jahiliah atau sinaran akidah

Sabarlah keluarga Yasir
Bagimu syurga di sana
Dan kau pun tega memilih syurga
Walau terpaksa mengorban nyawa
Lalu tombak yang tajam menikam
Jasadmu yang tiada bermaya
Namun iman di dadamu sedikit tidak berubah

Darahmu menjadi sumbu pelita iman
Sumaiyah kaulah lambang wanita solehah
Tangan yang disangka lembut menghayun buaian
Mengoncang dunia mencipta sejarah

Sumaiyah kau dibunuh di dunia sementara
Untuk hidup di syurga yang selama-lamanya
Kaulah wanita terbaik
Sebaik manusia
Namamu tetap menjadi sejarah

Lagu : Putra Aiman
Hijjaz Records Sdn.Bhd.
Lirik : Fahrul Mohd. Joui
Hijjaz Record Sdn.Bhd
















Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.

.

__,_._,___

Perempuan Tak Pernah Melupakan Mantannya?



Jessica Simpson disebut-sebut tak dapat melupakan Nick Lachey.


Situs jejaring sosial saat ini menyebabkan orang dengan mudah melacak atau mencari informasi mengenai teman lama atau mantan kekasih. Yang terakhir ini, terutama dilakukan oleh orang yang sebenarnya belum mampu melupakan mantannya. Ia selalu ingin tahu apa yang sedang terjadi pada mantan kekasihnya, bahkan jika status "In Relationship" itu malah membuatnya muram.

Kalau sudah begini, tentu makin sulit untuk melupakan mantan kekasih. Tanpa jejaring sosial pun, dunia seringkali terasa begitu sempit. Anda boleh saja bertemu dengan bekas teman kuliahnya, atau tetangganya, atau bahkan abang -adiknya, yang membuat Anda langsung teringat pada si mantan.

Dalam kenyataannya, polling yang dilakukan situs YourTango terhadap lebih dari 1.000 orang dari 22 Desember 2010 hingga 5 Januari 2011, menunjukkan fakta bahwa orang memang selalu terikat dengan mantan kekasihnya. Obsesi ini kerapkali memengaruhi diri mereka, baik yang masih bujang, maupun yang sudah menikah.

Hasil jajak pendapat ini cukup mengejutkan sebagian orang, mungkin Anda salah satunya.
* 71 persen orang mengatakan bahwa mereka terlalu memikirkan mantannya. Jika responden dipersempit menjadi para bujang, angkanya naik menjadi 81 persen.
* Lebih dari separuh (57 persen) bujang mengatakan bahwa memikirkan mantan boleh mencegah mereka menemukan kekasih baru.
* Hampir dua pertiga orang yang menikah (60 persen) mengakui bahwa mereka terlalu sering memikirkan mantan, dan 37 persennya mengatakan keterikatan mereka pada mantan boleh mengacaukan perkawinannya.

Bukan hanya kaum perempuan yang sulit melupakan mantan (Jennifer Aniston dan Jessica Simpson disebut-sebut sebagai contohnya), tetapi juga kaum lelaki .
* 74 persen perempuan dan 64 persen laki-laki mengaku terlalu sering memikirkan mantannya.
* 76 persen perempuan dan 70 persen laki-laki pernah melacak keberadaan mantannya lewat internet.
* 50 persen perempuan dan 40 persen laki-laki mengaku melawat profil mantannya di Facebook atau jejaring sosial lain.

Sulitnya orang melupakan mantannya ini tampaknya disebabkan oleh ketidakinginan untuk benar-benar putus hubungan dengan si mantan. Terbukti, 59 persen orang tetap berteman dengan mantannya di Facebook setelah putus, dan 48 persen (42 persen di antaranya menikah) mengakui terlalu sering mengecek mantannya lewat Facebook atau jejaring sosial lain.

Sebanyak 86 persen responden mengaku memandangi foto-foto mantannya, bahkan 14 persen dari mereka yang sudah menikah mengaku sering sekali melakukannya. Tak hanya itu, 50 persen orang menelepon, mengirim SMS, e-mail, atau meng-instant messaging mantan kekasihnya, meskipun tahu mereka tak seharusnya begitu. Nah, kalau dorongan untuk mencari tahu itu tak pernah dihentikan, bagaimana boleh melupakannya?
http://female.kompas.com/read/2011/02/14/14524373/perempuan.tak.pernah.bisa.melupakan.mantannya

Berapa Kali Normalnya Frekuensi Seks?

From: Sirajuddin Abbas <sirajuddinabbas@gmail.com>





Tak sedikit pasangan yang mempertanyakan apakah frekuensi hubungan seksual yang mereka lakukan normal. Padahal, sebenarnya tidak ada "standard baku" dalam hubungan seks. Dengan kata lain, tidak ada yang tidak normal selama Anda dan pasangan sama-sama ingin melakukannya serta merasa nyaman.

"Anda boleh melakukannya tiga kali dalam semalam atau cukup sebulan sekali asalkan kedua belah pihak merasa berbahagia dalam kebersamaan," kata Catherine Birndorf, MD, pakar kesehatan mental dan penulis buku The Nine Rooms of Happiness.

Para pakar psikologi mengungkapkan, seksualiti membawa keperluan untuk menikmati diri, untuk mencintai dan dicintai, serta berkongsi cinta. Itu sebabnya, menurut John Gagnon, profesor emeritus sosiologi, yang penting sebenarnya bukan frekuensi melakukan hubungan seksual, melainkan seberapa sering Anda menginginkan seks.

"Dan juga seberapa sering pasangan Anda mengajak melakukan hubungan seksual. Frekuensi yang optimal adalah jika kedua belah pihak sama-sama menginginkannya," kata Gagnon.

Namun, tidak boleh dinafikan keperluan akan kehangatan di ranjang ini sering kali berkurang seiring dengan lamanya hubungan Anda dan pasangan.

"Setelah lewatnya masa-masa bulan madu pada awal pernikahan, biasanya kegiatan bercinta tak lagi exciting dan ditunggu-tunggu karena kedua belah pihak sudah merasa terbiasa," kata Erick Janssen, peneliti di bidang seks, gender, dan reproduksi dari Indiana University, Amerika Serikat.

Untuk mencegah rasa bosan dan jenuh, Erick menyarankan agar kedua belah pihak lebih kreatif mengelola seks. "Supaya tidak terjebak dalam gaya kamar tidur, sesekali ajaklah pasangan melakukan hubungan di ruangan lain. Kencan-kencan romantik berdua juga boleh menyalakan kembali ghairah yang mulai redup," katanya.

Sumber : msnbc
http://health.kompas.com/read/2011/02/11/09572113/Berapa.Kali.Normalnya.Frekuensi.Seks.

Isnin, 14 Februari 2011

Manfaatkan waktu malam bersama keluarga

Manfaatkan waktu malam bersama keluarga



~ gambor hiasan ~


Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Allah SWT menjadikan siang dan malam sebagai putaran alam berganti-ganti bagi membolehkan manusia mengatur hidup. Waktu siang membuka peluang untuk manusia melakukan tugasan seharian mencari rezeki dan memenuhi keperluan lain. Manakala waktu malam adalah peluang untuk beristirehat.


Individu tidak bertanggungjawab telah menjadikan malam sebagai masa mencari mangsa dan memuaskan kehendak nafsu. Tengah malam di bandar besar tidak ubah seperti siang hari dengan dicahayai sinaran lampu dan manusia masih berpusu-pusu dengan tujuan masing-masing.

Untuk memenuhi permintaan ramai orang beraktiviti waktu malam, terdapat kedai serbaneka, restran, kedai runcit, stesen minyak dan sebagainya yang beroperasi 24 jam. Ini menggalakkan lagi orang menjadikan waktu malam untuk bersantai dan menjalankan aktiviti yang hanya mereka saja faham sebabnya.

Bagi mereka yang terpaksa mencari rezeki atau bertugas pada waktu malam seperti anggota keselamatan, Jururawat, bekerja majlis bandaran dan pengawal keselamatan, berjaga malam memang menjadi kewajipan. Mereka melakukan tugas demi untuk keselamatan, keselesaan dan kesejahteraan umum.

Tidak elok berjaga

Sebaliknya yang dimusykilkan ialah apakah perlunya kita bersantai dan berembun sehingga lewat malam tanpa sebarang alasan. Bukan sedikit yang keluar rumah apabila waktu sudah melewati tengah malam semata-mata untuk menikmati secaran teh tarik atau roti canai. Ðah tu pula, ada yang mengambil masa yang panjang sehingga pukul tiga atau empat pagi baru pulang.

Amalan ini perlu diubah. Tidak elok berjaga malam kerana banyak kesan buruknya. Individu keluar malam dan balik lewat malam bererti tidak menghargai waktu malam yang disediakan oleh Allah SWT untuk kita berehat di rumah.

Waktu malam juga sebenarnya adalah masa terbaik untuk menghampirkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadat sembahyang, membaca al-Quran dan berzikir. Sembahyang sunat pada waktu malam dilakukan oleh mereka yang ingin meningkatkan lagi ketakwaan.

Sesiapa yang tidur dengan niat merehatkan badan bagi membolehkan meneruskan tanggungjawab sebagai hamba-Nya pada hari esok juga dikira membuat kebajikan.

Lebih banyak buruknya

Tidur awal dan mendapat rehat yang cukup membolehkan kita bangun awal dan bekerja dengan produktif pada sebelah siangnya. Allah suka kepada orang yang bekerja dengan gigih untuk mendapat rezeki yang halal.

Aktiviti lewat malam banyak melibatkan perkara buruk. Pusat hiburan, perjudian, pelacuran, kongsi gelap, menyamun, zina, rogol, penagihan dadah, minum arak dan lumba haram banyak berlaku pada waktu lewat malam.

Ibu bapa harus mengawal anak-anak daripada pulang lewat malam. Tidak ada alasan untuk pelajar dan remaja keluar sehingga lewat malam. Yakinlah, jika anak anda suka pulang lewat malam, pasti ada aktiviti tidak baik yang dilakukannya. Anak yang baik menghargai waktu malam untuk bersama-sama ahli keluarga yang lain.

Ðalam hal ini, amat perlu ibu bapa sendiri yang terlebih dahulu mempraktikkan amalan pulang awal. Ibu bapa yang bertanggungjawab menjadi contoh kepada anak-anak. Keluarga bahagia menjadikan waktu malam untuk berkumpul bersama-sama di rumah.

Hargai waktu

Pada waktu malam adalah peluang terbaik untuk seluruh seisi keluarga bermesra, melakukan aktiviti bersama dan berbincang. Kita sepatutnya mengamalkan kembali tradisi orang tua kita dahulu, setiap orang perlu pulang dan berada di rumah sebelum waktu Maghrib.

Bapa mempunyai tanggungjawab berat membimbing ahli keluarga mengikut jalan yang diredha oleh Allah SWT. Tanggungjawab memimpin keluarga perlu dilaksanakan sebaik-baiknya.

Kebiasaan sikap ibu bapa yang suka keluar malam turut diikuti anak-anak. Anak juga merasakan ingin mencari keseronokan di luar rumah pada waktu malam. Suasana gelap dan sunyi memudahkan untuk melakukan perbuatan tidak senonoh dan menyalahi undang-undang.

Sesetengah ibu bapa keluar malam untuk mencari pendapatan tambahan, sedangkan selebihnya sekadar untuk bersuka ria. Perbuatan ini banyak dilakukan oleh bapa. Bapa yang keluar rumah tanpa keperluan munasabah membuktikan dirinya bapa dan suami yang tidak bertanggungjawab.

Kempen rumahku syurgaku perlu diberi perhatian serius oleh semua pihak. Keluarga adalah lambang kebahagiaan hidup. Hargailah waktu malam yang damai dan aman untuk beristirehat atau jika berkeupayaan, jadikan sebagai waktu untuk beribadat. Adalah lebih selamat dan aman pada waktu malam kita berada di rumah.

Waktu malam di luar rumah sebenarnya seram, ganas, melalaikan dan maksiat. Berada di luar rumah pada waktu larut malam mendedahkan kita kepada kejadian buruk. Renung-renungkan.

Sumber : Lokman Ismail MW#1151

Capaian entry berkaitan :
  1. Adab makan dan minum menurut Islam
  2. Yang menarik mengenai adab makan berjemaah


--
~ 睡眠不足のママ ~
http://laman-seri.blogspot.com/
http://little-kiosk.blogspot.com/
Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself. – Leo Tolstoy

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Firman Allah SWT :
[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Hadis Rasulullah SAW:
Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah SAW., sabdanya: "Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian dicukupkannya seratus dengan membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. Maka diampuni Allah segala kesalahannya, walaupun sebanyak buih di lautan." (Hadis riwayat Muslim)
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

__._,_.___