Dalam penelitian itu terbukti, pasangan yang bahagia rata-rata memiliki perbedaan umur 5 tahun antara suami-istri (suami lebih tua 5 tahun). Tak hanya itu, mereka juga biasanya memiliki latar belakang keluarga serta budaya yang hampir sama. Tak hanya itu, para wanita yang memiliki kecerdasan 27 persen lebih tinggi dari suaminya biasanya mampu membuat rumah tangganya lebih bahagia.

"Wanita cerdas mampu mengendalikan emosi di dalam rumah tangganya. Oleh karena itu mereka mampu mempertahankan keutuhan keluarganya," demikian ujar Kate Figes salah satu peneliti.Namun Kate kemudian juga berujar bukan berarti kecerdasan lelaki tak diperlukan. Lelaki yang cerdas adalah lelaki yang mengerti, bahwa kebahagiaan pernikahan boleh tercapai apabila pasangannya merasa bahagia.
Seorang konselor pernikahan, Christine Northam juga berkongsi rahsia pernikahan bahagia. Berikut pendapatnya. "Pernikahan adalah kerja team. Bukannya saling mendominasi satu sama lain," tegasnya. Lalu apakah wanita yang kurang cerdas alias bodoh tidak setia pada pernikahan?
http://yan-worlds.blogspot.com/2010/12/alasan-mengapa-wanita-cerdas-lebih.html
Tiada ulasan:
Catat Ulasan